Rabu, 22 April 2026

Akhir Maret 2026


Sisa-sisa lebaran tahun ini masih tersisa di akhir bulan dan tertata di atas meja sudut ruangan. Sebab tamu yang datang tak serame dan seakrab ketika ibu masih ada. Rumah dan isinya pun terlihat usang.

Potongan paragraf di atas sebenarnya mau di post di akhir maret lalu, tapi tidak sempat karena sedang dalam masa2 agak terpuruk dan fikiran benar2 kacau.

Bahkan hingga saat ini aku masih saja belum bisa mengatur kehidupan ini lebih baik, usaha yang kujalankan sempat terhenti karena berbagai alasan. Semoga mulai hari ini semangat dan jiwa ku bisa sembuh lagi untuk memperbaiki diri ini.

Sabtu, 21 Maret 2026

Idul Fitri 2026

Semakin tahun semakin sepi suasana di kampung bahkan saat2 seperti hari besar seperti ini. Entah hanya aku saja yang merasakan nya oleh diri ini masih sendiri. 
Ini adalah foto setelah pulang dari mesjid selesai menjalankan sholat ied di mesjid seperti biasa.

Tapi pagi itu aku sempat berjalan ke samping rumah dan menemukan jamur yang tumbuh di ataas kayu lapuk.

Dan yang ini seperti diriku yang suka menyendiri
View dari atas

Saat menjelang sore hari aku memutuskan untuk pergi ke taman kota di rantau untuk menghibur diri dan mencari tempat yang sepi. Ternyata taman dipenuhi oleh banyak orang. Akhirnya aku hanya singgah sebentar.

Dan kembali ke rumah 🏡 

Jumat, 20 Maret 2026

Renungan Malam Idul Fitri Tahun Ini

Malam ini hanya bisa upload video yang mungkin bisa mewakili perasaan saat ini. 


2 hari terakhir sebelum Ramadhan Tahun ini berakhir, aku sangat bersyukur bisa memaksimalkan waktu itu walaupun dibarengi dengan rasa gundah dan tak karuan.


Semoga keputusan yang sudah bulat ini benar-benar menjadi jalan terbaik untuk ke depan nya nanti. Ini sebagai pembuktian bahwa aku tidak bergantung pada manusia melain nya hanya kepada sang Pencipta lah ku serahkan hidup ini, karena Dia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Di sini aku juga belajar ikhlas untuk merelakan apa yang sudah hilang dan mungkin itu memang bukan hak kita atau sebagai pembersihan diri.

Senin, 16 Maret 2026

Jadwal Kehidupan


Semoga bisa menjalankan jadwal ini dalam kehidupan sehari-hari agar bisa lebih disiplin lagi.

Sabtu, 14 Maret 2026

Renungan Sebelum Tidur Malam Ini


Sebelum tidur beri pikiran pikiran baik pada diri. Maafkan kesalahan kesalahan yang dilalui sepanjang hari. Terima diri, kamu manusia. Belajar menerima kekalahan. Tidak semua harus digapai hari ini. Esok *semoga masih ada umur, Biar bisa melanjutkan yg sempat diundur.*

Kata-kata di atas sangat mewakili apa yang kurasakan sekarang, fikiran ini seperti tidak karuan entah apa yang sedang ku rasakan.
Waktu terus berlalu, sudah terlalu banyak aku menyia-nyia kan karunia yang di berikan Allah pada ku. Rasa menyesal dan putus asa kadang singgah.

Mulai hari ini semoga bisa Istiqomah untuk memperbanyak mengucap Istighfar agar dosa-dosa yang menumpuk mulai terhapus dan jangan lupa untuk menjaga ketaatan dalam menjalankan Perintah-Nya.

Kamis, 12 Maret 2026

Menjelang Mudik Lebaran di Tahun 2026

    Bundaran besar Kota Palangkaraya

Tiga bulan sudah aku di sini, tekad ku untuk kembali ke kampung halaman sepertinya sudah bulat dan memulai usaha sendiri dengan modal seadanya.

Setiap hari aku memandang kalender dan menghitung hari kepulangan ke kampung halaman rasanya membuat waktu menjadi semakin lama. Tapi niat ini masih kurahasiakan dengan keluarga karena takutnya rencana itu gagal.

Semoga saja keputusan ini menjadi jalan terbaik untuk kedepan nya. Aku tidak boleh kembali ke dunia ku dulu dan masa lalu yang kelam. Aku berharap niat ini akan menguatkan ku dan memperbaiki kehidupan agar aku bisa mandiri dan meninggalkam masa lalu yang kelam.

Jumat, 06 Maret 2026

Terjaga Hingga Dini Hari

Tak dapat menangkap gambar bulan

Sudut Pandang dari Jendela Kamar

Malam ini aku terjaga hingga dini hari dan terus memikirkan rencana ke depan, mungkin aku memang harus merelakan segala nya agar aku bisa memulai nya dari nol lagi.

Pikiranku kusut seperti gulungan benang yang tak pernah sempat dirapikan. Setiap ujungnya saling bertaut, saling menarik, hingga sulit kutemukan mana awal dan mana akhir. Ada kenangan yang terselip di antara simpul-simpulnya, ada pula kekhawatiran yang mengencang seperti ikatan yang terlalu kuat. Semakin kucoba mengurainya, semakin terasa rumit, seakan benang-benang itu sengaja bersembunyi di balik satu sama lain. Dan di tengah kekusutan itu, aku hanya bisa duduk diam, berharap suatu saat ada satu helai yang bisa kutarik perlahan—membuka jalan agar semuanya kembali lurus.


Akhir Maret 2026

Sisa-sisa lebaran tahun ini masih tersisa di akhir bulan dan tertata di atas meja sudut ruangan. Sebab tamu yang datang tak sera...